Tim Foke: Pasangan Nomor Tiga Lakukan Money Politic(news)

Tim advokasi pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (Foke-Nara), mengatakan pihaknya menemukan praktik politik uang (money politic) pada pilkada DKI Jakarta yang berlangsung 11 juli kemarin (11/7/2012). Dugaan praktik politik uang itu telah dilaporkannya ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta.

Tim advokasi menuding praktik politik uang itu dilakukan pasangan nomor urut tiga, Joko Widodo- Basuki Tjahaja Purnama atau Jokowi-Ahok. Hal itu berdasarkan keterangan saksi, yaitu Mahmuri, ketua RW 07, kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, dan anggota koordinator pasangan Foke-Nara wilayah Jakarta Pusat, Yan Awalisi Rimray.

Saksi pertama, Yan, mengatakan bahwa warga diberi imbalan oleh seseorang bernama ‘Arif’, yang dikatakannya berasal dari pasangan nomor urut tiga. “Warga didatangi, dikasih uang 50 ribu sampai 75 ribu, diselipkan dalam baju kaos yang dikasih ke warga, dari pendukung pasangan nomor urut tiga, Jokowi dan Ahok,” ujar Yan, di Media Center Foke-Nara, Jalan Diponegoro 61A, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2012).

Hal senada diungkapkan, Mahmuri, ketua RW 07, Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat. Ia mengatakan pemberian uang diberikan kepada warga dalam rupa kaos dan uang.

Sementara itu, Dasril Affandi SH, Sekretaris Tim Advokasi Foke-Nara mengatakan money politic ditemukan di sejumlah wilayah yang dilakukan oleh pedukung pasangan nomor urut tiga. “Ini berdasarkan laporan saksi di lapangan. Kami temukan fakta-fakta itu di lapangan. Kami sudah melaporkannya ke Panwaslu,” ujar Dasril.

Menurutnya, praktik money politic ditemukan di wilayah Kelurahan Tanjung Priuk, Cilincing, Cijantung, Manggarai Selatan, Cipinang, Cawang, Pengangsaan, dan Kramat Jati. “Mereka mengiming-ngimingi para pemilih dengan uang untuk datang ke TPS dan memilih pasangan tertentu,” terang Dasril. Dengan adanya dugaan politik uang itu, pihaknya berharap Panwaslu cepat meresponsnya.

Sementara, calon gubernur nomor urut tiga, Joko Widodo, mengenai tuduhan itu mengatakan dirinya tidak tahu menahu. “Mau pasang spanduk aja nggak punya uang, mosok money politic. Jangan dibalik-balik lah,” ujar Jokowi sambil tersenyum saat diwawancarai sebuah stasiun TV.
 “Masyarakat pasti bisa menilai hal ini,” lanjutnya.

sumber http://www.kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s